Suatu Cerita KKS di Desa Cibatok September 13, 2006
Posted by . in Event, Words.add a comment
KKS (Kuliah Kerja Sosial) adalah satuan SKS dalam acara perkuliahan yang harus diambil oleh setiap mahasiswa, khususnya di kampus saya. Untuk itu, maka tiap tahunnya ada saja kelompok-kelompok atau perorangan yang menjalani kegiatan ini, khususnya didesa-desa diluar jakarta. Untuk itu, saya bersama teman” menjalani program KKS ini didesa Cibatok kab. Bogor pada bulan agustus lalu. Alhamdulillah, kegiatan tersebut berhasil atau setidaknya kegiatan-kegiatan yang telah dirancang dapat dijalankan disana. Namun, dibalik kegiatan itu terselip suatu kisah yang mungkin tidak akan dilupakan, khususnya saya. Dua minggu sudah saya dan teman-teman telah meninggalkan desa Cibatok, dimana tempat KKS untuk kelompok saya diselenggarakan. Begitu banyak kenangan yang terjadi selama penempatan kita disana. Di sana, kita belajar untuk mengabdi kepada masyarakat desa dengan segenap pikiran yang ada, dengan kucuran tenaga yg dimiliki dan anggaran yang berkecukupan. Namun, dibalik itu semua terdapat suatu pelajaran hidup yang sangat berarti, yang mungkin kita tidak akan bisa dapatkan jikalau kita tidak mengikuti kegiatan KKS ini.
Kita datang ke desa dengan mencoba meninggalkan atribut-atribut kota yang menempel dan mencoba berbaur dengan masyarakat desa. Alhamdulilah masyarakat desa Cibatok menyambut kita dengan baik sehingga membuat kita merasa nyaman akan keadaan tersebut. Dimulai dari para perangkat desa yang menyambut dengan hangat dan para tetangga disekitar tempat tim KKS bermukim, yang tiap hari selalu berkata sopan dengan disertai senyuman hangat. Sungguh suatu keadaan yang mungkin belum tentu terjadi ditengah-tengah kota besar. Satu hal yang membuat kita rindu untuk main kembali kedesa tersebut adalah antusiasme dari masyarakat dan terutama anak-anak. Mengapa anak-anak? Karena mereka setiap harinya datang ke kontrakan tempat tinggal kita dengan tujuan belajar, bermain atau sekedar mengganggu kegiatan para kakak-kakak. Memang ada yg dengan senang hati menanggapinya, sedikt senang atau malah sama sekali tidak senang. Saya termasuk bagian yang mana ya! He..he..he.. Semua itu merupakan salah satu hal yang yang sulit dilupakan dari desa tersebut.
Namun kini semua telah berakhir, semua telah usai dan kita semua harus pergi dan meneruskan perjalanan hidup kita masing-masing. Hal yang kurasakan sesampainya dirumah adalah tiada lagi suara anak-anak yang ketika beduk adzan maghrib sudah memanggil-manggil, tiada lagi becandaan iseng dari mereka dan tiada lagi rupa-rupa senyum yang menghiasi malam-malam diCibatok. Tiada lagi para perangkat desa yang ternyata punya beragam kegemaran unik. Pa Lurah yang selalu cool dan penuh perhatian kepada kita,sebagai contoh disaat kita lapar sesudah kerja bakti (hahaha). Kenangan tersebut tidak akan terlupa sampai hari dimana kita berjalan sesuai kehendaknya. Memang itu semua telah berakhir namun bukan akhir dari silaturahmi kita, dan itu semua akan menjadi kenangan terindah. Terima kasih desa Cibatok, kau telah memberikan sepenggal pengalaman nan indah dalam hidup kami.
Thanks to:
- Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
- Civitas Akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
- Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknik Informatika.
- TI angkatan 2003, khususnya kelas B dan C.
- Para Orangtua kami.
- Desa Cibatok I, Kecamatan Cibungbulang Bogor.