Paralyzed Mind of Confused April 16, 2007
Posted by . in Words.add a comment
I’m walking all around the city, guided by feeling so dizzy. A lot’s of question keep asking me, but I don’t really for sure what i wanna be. In another corner I’m leaning on the wall, check up my wallet to watch her picture. Rolling back the frame in the past situation, setting our heart in love story motion. I remember that feeling when you’re the new comer, coz i never guess and you suddenly appear. No talking too much just wait the right moment, until the project succeed shoot by the action. You wrap my finger and i remember, when first time we loved each other. Then I’ve got to start a day and got start with you, i’ve got to find the better way coz everything’s gonna be me and you. Then hoping so much it will be better, through the life ends with happier.
When I concious and trying to open my eyes, I’m telling my self that was all over. Now, my heart is discolored, There’s no RGB and CMYK coloring my day. I don’t know why it’s gonna be changed, coz we through in the right direction. The troubled words of a troubled mind i try to understand what is changing you. I’m full of attentions but you’re no ambition, in this complexity we’re walking contradiction. Silent is your sophisticated weapon, just trying to solve without your reason. Tired is the right reason and slowly haunt me, make me think about all the possible ways. If you couldn’t see the love in here again, so we could’t join our hand together. But if you could see how good it could be, let me done these mistakes forever.
Baby, it really doesn’t matter what you say, I just can’t stay here every yesterday like keep on acting out the same the we act out. I’m not accused you to pretend, but it shown by itself. From me and you there’re worlds to part, with aching looks and breaking heart. And all the prayer you hand can make, I just take as much as you can throw. I’m throwing faces at the sky and throwing arms round. Yesterday I stood and stared wide-eyed in front of you, and the face I saw looked back the way I wanted to. But I just can’t hold my tears away the way you do, baby believe that I never wanted this. I thought this time I’d keep all of my promises, I thought you were the girl I always dreamed about. But I let the dream go and the promises broke, and the make-believe ran out.
I don’t know if it’s time for the promises ship goes by, I knew it’s really hard but let’s our made easy. I’m sorry if I had mistakes, means un happy when we’re together. If we have to say goodbye, then we’re already done but today is just begun and everthing must go.
Suatu Cerita KKS di Desa Cibatok September 13, 2006
Posted by . in Event, Words.add a comment
KKS (Kuliah Kerja Sosial) adalah satuan SKS dalam acara perkuliahan yang harus diambil oleh setiap mahasiswa, khususnya di kampus saya. Untuk itu, maka tiap tahunnya ada saja kelompok-kelompok atau perorangan yang menjalani kegiatan ini, khususnya didesa-desa diluar jakarta. Untuk itu, saya bersama teman” menjalani program KKS ini didesa Cibatok kab. Bogor pada bulan agustus lalu. Alhamdulillah, kegiatan tersebut berhasil atau setidaknya kegiatan-kegiatan yang telah dirancang dapat dijalankan disana. Namun, dibalik kegiatan itu terselip suatu kisah yang mungkin tidak akan dilupakan, khususnya saya. Dua minggu sudah saya dan teman-teman telah meninggalkan desa Cibatok, dimana tempat KKS untuk kelompok saya diselenggarakan. Begitu banyak kenangan yang terjadi selama penempatan kita disana. Di sana, kita belajar untuk mengabdi kepada masyarakat desa dengan segenap pikiran yang ada, dengan kucuran tenaga yg dimiliki dan anggaran yang berkecukupan. Namun, dibalik itu semua terdapat suatu pelajaran hidup yang sangat berarti, yang mungkin kita tidak akan bisa dapatkan jikalau kita tidak mengikuti kegiatan KKS ini.
Kita datang ke desa dengan mencoba meninggalkan atribut-atribut kota yang menempel dan mencoba berbaur dengan masyarakat desa. Alhamdulilah masyarakat desa Cibatok menyambut kita dengan baik sehingga membuat kita merasa nyaman akan keadaan tersebut. Dimulai dari para perangkat desa yang menyambut dengan hangat dan para tetangga disekitar tempat tim KKS bermukim, yang tiap hari selalu berkata sopan dengan disertai senyuman hangat. Sungguh suatu keadaan yang mungkin belum tentu terjadi ditengah-tengah kota besar. Satu hal yang membuat kita rindu untuk main kembali kedesa tersebut adalah antusiasme dari masyarakat dan terutama anak-anak. Mengapa anak-anak? Karena mereka setiap harinya datang ke kontrakan tempat tinggal kita dengan tujuan belajar, bermain atau sekedar mengganggu kegiatan para kakak-kakak. Memang ada yg dengan senang hati menanggapinya, sedikt senang atau malah sama sekali tidak senang. Saya termasuk bagian yang mana ya! He..he..he.. Semua itu merupakan salah satu hal yang yang sulit dilupakan dari desa tersebut.
Namun kini semua telah berakhir, semua telah usai dan kita semua harus pergi dan meneruskan perjalanan hidup kita masing-masing. Hal yang kurasakan sesampainya dirumah adalah tiada lagi suara anak-anak yang ketika beduk adzan maghrib sudah memanggil-manggil, tiada lagi becandaan iseng dari mereka dan tiada lagi rupa-rupa senyum yang menghiasi malam-malam diCibatok. Tiada lagi para perangkat desa yang ternyata punya beragam kegemaran unik. Pa Lurah yang selalu cool dan penuh perhatian kepada kita,sebagai contoh disaat kita lapar sesudah kerja bakti (hahaha). Kenangan tersebut tidak akan terlupa sampai hari dimana kita berjalan sesuai kehendaknya. Memang itu semua telah berakhir namun bukan akhir dari silaturahmi kita, dan itu semua akan menjadi kenangan terindah. Terima kasih desa Cibatok, kau telah memberikan sepenggal pengalaman nan indah dalam hidup kami.
Thanks to:
- Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
- Civitas Akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
- Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknik Informatika.
- TI angkatan 2003, khususnya kelas B dan C.
- Para Orangtua kami.
- Desa Cibatok I, Kecamatan Cibungbulang Bogor.